Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang atau SAMARA 2026, pada 14–15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) untuk memperkuat ekosistem halal dan ekonomi syariah.
SAMARA 2026 berlangsung di Alun-Alun Situbondo dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kegiatan mengusung tema “Akselerasi Ekosistem Halal Menuju Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan pameran produk UMKM binaan dan mitra binaan di Alun-Alun Situbondo pada 14 hingga 15 Agustus. Pameran tersebut ditujukan untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
Selain pameran produk, masyarakat juga dapat mencoba transaksi menggunakan QRIS melalui area QRIS Experience. Program ini sekaligus diarahkan untuk memperluas penggunaan pembayaran digital di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.
Pada 15 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Seminar membahas peran pesantren, generasi muda, pelaku usaha, industri keuangan syariah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat rantai nilai halal.
Sejumlah tokoh dan praktisi dijadwalkan hadir, di antaranya K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, K.H. Afifudin, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal, serta Vice President BSI Greget Kalla Buana.
Rangkaian SAMARA juga diisi Grand Final Lomba DAI–Dakwah Ekonomi Syariah 2026 dan peragaan busana sebagai sarana edukasi ekonomi syariah dan pengenalan gaya hidup halal.
Pada malam hari, kegiatan di Alun-Alun Situbondo dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada juru sembelih halal, rumah potong unggas dan rumah potong hewan, serta pelaku UMKM. Hasil business matching pembiayaan juga akan disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Tabligh Akbar bersama K.H.R. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin.
KPwBI Jember mencatat sektor halal value chain Indonesia pada 2025 tumbuh 6,2 persen secara tahunan dan berkontribusi sekitar 27 persen terhadap produk domestik bruto. Data tersebut menjadi salah satu dasar penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui kolaborasi pemerintah, pesantren, UMKM dan industri keuangan.
Melalui SAMARA 2026, Bank Indonesia Jember dan Pemkab Situbondo berharap ekosistem ekonomi syariah semakin berkembang, sekaligus memperluas pasar UMKM, akses pembiayaan, sertifikasi halal dan digitalisasi transaksi di masyarakat.
Editor : JTV Jember