PROBOLINGGO - Kebahagiaan menyelimuti peternak D2 Lembu Amanah Farm di Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Seekor sapi jenis Simmental bernama “Ronggo Waseso” milik peternak lokal terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada perayaan Hari Raya Idul Adha 2026.
Sapi jumbo dengan bobot mencapai 1,2 ton itu dibeli presiden dengan harga mencapai Rp 100 juta setelah lolos serangkaian seleksi ketat dari dinas peternakan kabupaten, provinsi hingga kementerian terkait.
Pemilik sapi, Dedy Rekta Andoko 41 tahun, mengaku bangga sekaligus terharu karena salah satu sapi peliharaannya dipercaya menjadi hewan kurban presiden tahun ini. Menurutnya, Ronggo Waseso dirawat secara intensif sejak dibeli saat usia 18 bulan.
“Sekitar enam bulan lalu bobotnya masih 870 kilogram, lalu enam bulan kemudian sekarang tembus 1,2 ton. Pemberian vitamin sangat intensif oleh dokter hewan yang sekaligus adik saya. Kesehatan sapi, baik kondisi tubuh maupun fisiknya juga selalu dibantu oleh dokter Dandi,” ujar Dedy Rekta Andoko, Sabtu (23/5/2026).
Dedy menjelaskan, pertumbuhan bobot Ronggo Waseso tergolong sangat cepat karena pola perawatan dan pemberian pakan dilakukan secara khusus setiap hari. Selain menjaga kualitas pakan, kebersihan kandang dan kondisi kesehatan sapi juga menjadi perhatian utama.“Kami tentu sangat bersyukur dan bangga karena sapi dari kandang kami bisa dipilih menjadi sapi kurban presiden. Ini menjadi motivasi bagi peternak lain di Probolinggo,” tambahnya.
Sementara itu, dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Dandi Narindra Prabowo, mengatakan sapi jenis simmental memang membutuhkan perhatian khusus dibanding sapi jenis lain, terutama jika dipersiapkan menjadi sapi jumbo.
“Untuk perawatan sapi simmental, khususnya sapi yang ditumbuhkan menjadi sapi jumbo, memang perawatannya berbeda dengan sapi lain. Dari segi pakan, perawatan mandi, kebersihan kandang hingga vaksinasi wajib dilakukan secara rutin,” kata Drh Dandi Narindra Prabowo.
Menurutnya, vaksinasi penyakit mulut dan kuku atau PMK serta Lumpy Skin Disease (LSD) wajib dilakukan demi menjaga kesehatan ternak, mengingat indonesia masih belum sepenuhnya bebas dari PMK.
“Vaksinasi PMK dan LSD wajib karena indonesia sendiri belum bebas dari PMK. Untuk sapi di kandang sini sudah tervaksin semua jadi aman,” imbuhnya.
Dandi menambahkan, proses seleksi sapi kurban presiden dilakukan selama sekitar satu bulan dengan sejumlah penilaian utama mulai dari kesehatan, usia, tinggi badan, panjang badan hingga berat sapi.
“Seluruh data sapi jumbo yang ada di Kabupaten Probolinggo didata terlebih dahulu, kemudian diseleksi satu per satu. Jadi kami datang ke tiap kandang yang memiliki sapi jumbo,” jelasnya.
Terpilihnya Ronggo Waseso sebagai sapi kurban presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia peternakan di Kabupaten Probolinggo sekaligus membuktikan kualitas peternak lokal mampu bersaing di tingkat nasional. (*)
Editor : M Fakhrurrozi