Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pertumbuhan Ekonomi Kota Kediri Melambat, BI Kediri Usul Genjot Pariwisata dan Industri Kreatif

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T07:41:58Z




KEDIRI - Pertumbuhan ekonomi Kota Kediri pada awal 2026 tercatat melambat dibanding daerah lain di kawasan Mataraman. Kondisi ini mendorong Bank Indonesia (BI) Kediri mengusulkan penguatan sektor pariwisata dan industri kreatif sebagai penopang baru.

Hal tersebut mengemuka dalam forum Harmoni (Hadir untuk Membangun Kolaborasi, Edukasi, dan Sinergi) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri. Forum ini membahas kondisi terkini ekonomi regional sekaligus strategi percepatan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, Deasi Surya Andarina, mengungkapkan Kota Kediri menempati posisi terendah dalam pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja BI Kediri. Karena itu, diperlukan dorongan sektor alternatif di luar sektor utama yang selama ini menopang.

“Perlu penguatan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk mendorong event skala nasional agar lebih sering digelar di Kediri,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja BI Kediri yang meliputi 13 kabupaten/kota berada di angka 4,31 persen. Angka itu sedikit melambat dibanding periode sebelumnya yang mencapai 4,39 persen.

Dari sisi inflasi, kondisi masih relatif terkendali hingga Maret 2026. Inflasi di Kota Kediri tercatat sebesar 0,41 persen, Kota Madiun 0,49 persen, dan Tulungagung 0,43 persen.

Kenaikan harga terutama dipicu meningkatnya permintaan bahan pangan selama periode hari besar keagamaan. Meski demikian, BI menilai tekanan inflasi masih dalam batas aman dan terkendali. (Beny Kurniawan)

×
Berita Terbaru Update