Lumajang - Salah satu pengkalan elpiji tiga kilo gram yang ditutup Bupati Indah Amperawati dan Pertamina Patraniaga, ialah pangkalan Bagong Sumarno di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Lumajang.
Pangkalan ini diduga melanggar aturan karena mendistribusikan tabung melebihi ketentuan, dimana seharusnya kuota pangkalan berkisar 20 hingga 100 tabung , namun pangkalan ini justru memiliki hingga 1120 tabung gas elpiji tiga kilo gram.
Bupati
lumajang meminta agar semua pelanggaran terkait kelangkaan LPG tiga kilo gram
bisa di proses hukum. Bupati juga telah mengantongi bukti-bukti dug
aan
penyelewengan dalam distribusi gas elpiji yang dilakukan pangkalan hingga agen ,
mulai penimbunan, penjualan diatas harga eceran tertinggi, hingga dugaan
penyuntikan atau pengoplosan gas tiga kilo gram , yang dialihkan pada tabung 12
kilo gram atau tabung non subsidi.
Sementara itu dari polemik kelangkaan LPG di Lumajang ini, kini terdapat dua pangkalan yang dilakukan pemutusan hubungan usaha, dan rencananya masih ada 3 pangkalan lain yang akan ditutup. Dan hingga kini terdapat 3 orang yang menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian terkait kasus ini.
Kelangkaan gas elpiji tiga kilo gram di Lumajang terjadi sejak menjelang hari raya idul fitri hingga saat ini, tak hanya sulit didapatkan namun harga jual gas elpiji tiga kilo gram jauh dari harga eceran tertinggi atau HET mencapai 25 hingga 35 ribu rupiah.
Yongkinugroho.jtv.