Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)
Lumajang, Muhammad Safik, mengungkapkan bahwa peristiwa peluru nyasar yang
menimpa siswanya bukan kali pertama terjadi. Menurut Safik, insiden serupa
sudah terjadi dua kali di lingkungan sekolah.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswa
berinisial NS tertembak peluru nyasar saat bermain bersama teman-temannya pada
jam istirahat sekolah, Rabu (4/2/2026). Peristiwa tersebut terjadi di area
sekolah dan langsung mengundang perhatian publik.
Safik menjelaskan, kejadian peluru nyasar
pertama terjadi sekitar satu tahun lalu, ketika sekolah sedang dalam proses
pembangunan lantai dua. Lokasi tersebut diketahui merupakan area yang sama
dengan tempat tertembaknya siswa NS pada peristiwa terbaru.
“Peristiwa seperti ini sudah dua kali terjadi.
Yang pertama sekitar setahun lalu, dan yang kedua kemarin,” kata Safik saat
dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihak sekolah telah
berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait untuk menindaklanjuti
kejadian tersebut serta memastikan keamanan di lingkungan sekolah. Proses
penyelidikan terkait asal peluru masih terus dilakukan oleh aparat berwenang.
Pasca kejadian, pihak sekolah juga mengambil
langkah pengamanan sementara demi memastikan keselamatan siswa dan tenaga
pendidik. Aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung dengan pengawasan lebih
ketat.
Safik berharap kejadian ini menjadi perhatian
serius semua pihak agar keamanan sekolah benar-benar terjamin, sehingga siswa
dapat belajar dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir.
