hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua Pmi Jember Zainollah, saat musyawarah kerja Pmi Jember 2026, di aula hotel Rembangan, Kecamatan Arjasa, Jember, rabu siang.
evaluasi dilakukan terhadap berbagai program pmi yang telah
berjalan selama satu tahun terakhir. dari evaluasi tersebut, Pmi Jember akan
memperbaiki sejumlah kekurangan agar pelaksanaan program di tahun mendatang
dapat berjalan lebih optimal.
dalam proses evaluasi ini, pmi jember mengajak seluruh pihak
untuk berperan aktif, mulai dari dinas terkait, media, perguruan tinggi,
pemerintah, hingga sektor swasta. pasalnya, palang merah indonesia merupakan
organisasi kemanusiaan yang menjadi milik bersama dan hadir untuk kepentingan
masyarakat luas.
pada tahun 2026, Pmi Jember menitikberatkan program pada
pemenuhan standar cara pembuatan obat yang baik atau c-p-o-b, termasuk
fraksionasi plasma darah. program ini merupakan mandat dari pmi pusat dan pmi
provinsi Jawa Timur, di mana Pmi Jember dipercaya untuk menyukseskan dan
memperoleh sertifikasi c-p-o-b.
program c-p-o-b dinilai penting, karena memungkinkan
pengolahan darah menjadi plasma yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan medis
lanjutan. selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, program ini juga
diharapkan mampu mendukung kemandirian dan penguatan ekonomi pmi.
langkah strategis tersebut mendapat apresiasi dari berbagai
pihak, termasuk dari Bupati Jember melalui asisten asisten perekonomian dan
pembangunan Pemkab Jember yang hadir mewakili Bupati. pmi menjadi salah satu
mitra strategis Pemkab Jember terutama dalam mensukseskan program universal
health coverage atau u-h-c.
selain fokus pada c-p-o-b, Pmi Jember juga terus meningkatkan
layanan kemanusiaan lainnya, salah satunya dengan mengoperasikan kembali
layanan armada ambulans jenazah gratis selama 24 jam, untuk dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat dalam layanan kegawatdaruratan.
LUTFI
QURROHMAN, JTV.
.png)