keberadaan sampah rumah tangga dari hari ke hari kian tidak terkendali. jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. namun di Kota Probolinggo, sampah justru disulap menjadi berkah oleh warga satu rt melalui program bank sampah.
warga rt tiga rw lima, Kelurahan Triwung Kidul,
Kecamatan Kademangan, patut mendapat apresiasi. dengan kesadaran tinggi, warga
antusias memilah sampah rumah tangga, dan menyetorkannya ke bank sampah yang
dikelola secara mandiri di lingkungan mereka.
bank sampah ini digagas oleh ketua rt setempat,
Khoirul Saleh. berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang
terbuang percuma, ia bersama tim bertekad menjadikan sampah sebagai sarana meningkatkan
kesejahteraan warga.
bank sampah dikelola di halaman rumah ketua rt.
warga tidak hanya diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga
diedukasi agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.
untuk memudahkan warga, pengelola bank sampah
menerapkan sistem jemput bola. menggunakan motor roda tiga, seminggu sekali tim
bank sampah berkeliling mengambil sampah yang sudah dikumpulkan dan dipilah
oleh warga di masing-masing rumah.
meski demikian, tak sedikit warga yang memilih
mengantarkan langsung sampah ke bank sampah. selain lebih cepat tercatat, hal
ini juga membuat saldo tabungan mereka terus bertambah.
dengan adanya sistem jemput bola ini, warga
merasa sangat terbantu. mereka tidak perlu lagi repot membawa tumpukan sampah
ke luar lingkungan, namun tetap bisa menabung dari hasil sampah rumah tangga.
sebelum diambil oleh petugas, sampah dipilah
terlebih dahulu. sampah organik dipisahkan dari sampah anorganik seperti botol
plastik, botol kaca, kardus, hingga logam. sampah-sampah anorganik inilah yang
kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan warga.
sebelum adanya bank sampah, sebagian besar
warga mengaku sering membuang begitu saja botol bekas, kardus, bahkan buku-buku
lama. kini, semua itu memiliki nilai ekonomi.
menurut ketua rt tiga, antusiasme warga mulai
terlihat setelah dilakukan sosialisasi melalui pertemuan warga dan grup
whatsapp. perlahan namun pasti, hampir seluruh warga kini aktif menabung sampah.
dalam kurun waktu satu tahun, hasil tabungan
dari sampah yang dikumpulkan warga bisa mencapai lima ratus ribu, hingga satu
setengah juta rupiah, per kepala keluarga. uang tabungan ini biasanya dicairkan
menjelang hari raya idulfitri.
momentum pencairan tabungan menjelang lebaran
menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga. selain lingkungan menjadi lebih
bersih mereka juga memiliki tambahan dana untuk kebutuhan hari raya.
ke depan, pengelola bank sampah berencana
memperluas program ini ke rt lain, agar semakin banyak warga yang merasakan
manfaatnya. harapannya, bank sampah tidak hanya menjadi solusi pengelolaan
lingkungan, tetapi juga menjadi sumber berkah dan kebersamaan.
dari Kota Probolinggo, inilah bukti bahwa
dengan kesadaran dan gotong royong, sampah yang selama ini dianggap masalah,
dapat diubah menjadi tabungan, membawa senyum, dan menyambut lebaran dengan
penuh kebahagiaan.
FARID
FAHLEVI, JTV.
.png)