PROBOLINGGO - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan pendidikan afirmasi kepada 224 murid SMA, SMK, dan SLB di Kota Probolinggo. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta untuk membantu meringankan biaya pendidikan sekaligus mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan kerja di SMKN 4 Kota Probolinggo, Selasa (3/11/2026). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 20 murid dari keluarga penerima manfaat.
Khofifah mengatakan, penerima bantuan merupakan murid dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga 4. Program afirmasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah provinsi untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan.
"Kita ini keliling ke semua kabupaten/kota yang bisa kita jangkau untuk bisa memastikan bahwa ada beasiswa afirmasi. Di Probolinggo ini ada 224. Mereka adalah dari desil 1 sampai 4," kata Khofifah.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Tanam 100 Pohon Bersama Guru dan Murid di Probolinggo
Menurutnya, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi alasan bagi anak untuk menghentikan pendidikan. Karena itu, bantuan diberikan agar kebutuhan biaya sekolah dapat terbantu dan murid tetap melanjutkan pendidikan hingga selesai.
"Kita harapkan tidak ada alasan mereka untuk kemudian berhenti atau putus sekolah karena ada persoalan-persoalan ekonomi. Ini kami beri untuk melancarkan, melangsungkan, dan melanjutkan pendidikan mereka," tegasnya.
Khofifah menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui Bank Jatim dengan mekanisme pencairan secara tunai kepada masing-masing penerima. Program tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi.
Baca Juga : Pemprov Jatim Raih Dua Rekor MURI Lewat Gerakan Tanam dan Tabur Benih Ikan Serentak
Selain menyerahkan bantuan pendidikan, dalam kunjungan tersebut Khofifah juga meninjau pelaksanaan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Bahkan, Khofifah bersama guru dan murid melakukan penanaman 100 pohon produktif yang terdiri atas mangga, alpukat, dan kelengkeng. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Dalam peninjauan itu, Khofifah melihat langsung budidaya berbagai tanaman pangan yang dilakukan murid, di antaranya cabai, terong, seledri, tomat, dan kangkung.
Khofifah mengatakan, program SIKAP dirancang agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga menjadi ruang praktik bagi peserta didik dalam mendukung ketahanan pangan.
Menurutnya, keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi sekolah untuk menjalankan program tersebut. Budidaya tanaman dapat dilakukan menggunakan polibag maupun media tanam lain yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah.
"SIKAP inilah yang dikembangkan di semua SMA/SMK, negeri maupun swasta, SLB negeri maupun swasta, se-Jawa Timur. Kita harapkan bahwa ketahanan pangan bisa kita maksimalkan melalui media tanam yang memungkinkan. Jadi kalau nggak ada yang di atas lahan langsung, maka bisa di polibag," ujarnya.
Ia menilai, pemanfaatan polibag menjadi alternatif yang cukup efektif karena tanaman tetap dapat tumbuh dengan baik meskipun tidak ditanam langsung di atas lahan.
"Jadi melalui SIKAP, kita ingin bagaimana sekolah-sekolah itu menjadi bagian pembelajaran dan penguatan terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia dimulai dari sekolah-sekolah di Jawa Timur," ungkap Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengunjungi pameran produk hasil program SIKAP dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo. Pameran tersebut menghadirkan sembilan stan dengan 32 jenis produk yang dihasilkan sejumlah satuan pendidikan.
Produk yang dipamerkan tidak hanya berupa hasil pertanian dan hortikultura, seperti kentang, tomat, dan wortel, tetapi juga berbagai olahan pangan. Di antaranya minuman bunga telang, ikan marinasi, dimsum, hingga puding.
Sejumlah sekolah yang berpartisipasi antara lain SMKN 4 Kota Probolinggo, SMKN 1 Sumber, SMAN 1 Sumber, SMAN 1 Gending, SMKN 2 Kraksaan, SMKN 3 Probolinggo, SMKN 1 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMKN 1 Dringu, SMAN 1 Dringu, SLB Sinar Harapan 2 Kota Probolinggo, serta SLBN Kraksaan.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.
Melalui bantuan pendidikan afirmasi dan program SIKAP, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus membangun kesadaran ketahanan pangan sejak lingkungan sekolah. (*)
Editor : M Fakhrurrozi
