PROBOLINGGO - Di usia 61 tahun, Fatimah harus menjalani hidup seorang diri di rumah sederhana di Dusun Nangger, Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Perempuan lanjut usia ini tidak memiliki anak dan hidup dengan kondisi serba terbatas. Terlebih setelah menjalani operasi lambung, Fatimah tak lagi kuat bekerja seperti dulu.
Sebelum sakit, ia masih mampu mencari penghasilan dengan mengupas bawang merah di sentra bawang Dringu. Namun kini, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Fatimah hanya mengandalkan bantuan keluarga dan tetangga.
Ironisnya, di tengah kondisi kehidupan yang memprihatinkan, data bantuan sosial Kementerian Sosial justru mencatat Fatimah dalam kelompok desil enam hingga sepuluh.
Catatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi Fatimah di lapangan. Akibatnya, ia mengaku sudah sekitar lima tahun tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Bantuan terakhir yang pernah diterimanya sebesar Rp600.000,00. Uang tersebut digunakan untuk membayar listrik dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Fatimah sendiri mengaku tidak mengetahui mengapa namanya bisa tercatat dalam desil enam hingga sepuluh. Ia hanya berharap data tersebut dapat diperiksa kembali, agar kondisi sebenarnya bisa menjadi pertimbangan dalam penyaluran bantuan.
Kondisi Fatimah juga menjadi perhatian warga sekitar. Asriatin, salah seorang tetangganya, menyebut keluarga dan warga selama ini bergantian membantu kebutuhan Fatimah.
Menurutnya/ kasus perubahan desil tidak hanya dialami Fatimah. Sejumlah warga yang dinilai masih kurang mampu juga disebut mengalami kenaikan desil.
Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo menyatakan akan menindaklanjuti kondisi Fatimah. Pemerintah daerah berencana melakukan asesmen dan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sosial ekonominya.
Bagi Fatimah, bantuan pemerintah bukan sekadar nilai uang. Di tengah usia senja dan kondisi kesehatan yang terbatas, bantuan menjadi harapan agar ia tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Farid Fahlevi / JTV