JEMBER – Penggunaan media sosial seperti TikTok dan Instagram di kalangan pelajar dan mahasiswa Jember kian masif. Meski memudahkan komunikasi dan pencarian informasi, konsumsi ruang digital yang berlebihan mulai berdampak serius pada efektivitas belajar mereka.
Distraksi di Kelas dan Siklus Begadang
Daya tarik algoritma media sosial membuat banyak pelajar lebih memilih menatap layar gawai ketimbang memperhatikan guru atau dosen. Fenomena "lupa waktu" saat scrolling ini memicu berbagai dampak negatif:
Prokrastinasi: Sulit konsentrasi dan sering menunda tugas.
Kurang Istirahat: Kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur mengurangi jam istirahat, membuat tubuh cepat lelah, dan menurunkan fokus saat KBM.
Penurunan Prestasi: Hilangnya semangat belajar yang berujung pada merosotnya nilai akademik di sekolah maupun kampus.
Solusi: Bijak Mengatur Screen Time
Media sosial pada dasarnya memiliki banyak manfaat jika digunakan secara benar. Untuk mencegah dampak buruk tersebut, pelajar diimbau untuk lebih bijak dengan menerapkan langkah berikut:
Batasi durasi penggunaan media sosial setiap harinya.
Matikan notifikasi selama jam belajar agar tidak mudah terdistraksi.
Optimalkan fungsi platform digital untuk berdiskusi dan mencari materi pelajaran.
Dengan kontrol diri yang tepat, media sosial tidak lagi menjadi penghambat, melainkan sarana pendukung kelancaran proses akademik.
Editor : Zahwa Rofi
