Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kejahatan Jalanan Meningkat, MUI Kota Probolinggo Minta Polisi Tangkap Pelaku Begal

Rabu, 27 Mei 2026 | Mei 27, 2026 WIB Last Updated 2026-05-27T09:08:07Z

 

PROBOLINGGO - Majelis Ulama Indonesia Kota Probolinggo meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan lebih serius menangani maraknya aksi kejahatan jalanan atau begal yang belakangan meresahkan masyarakat. Permintaan itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara yang digelar di Bale Hinggil, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram” itu dihadiri unsur Forkopimda, pengurus MUI, tokoh agama, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH M Sulton menegaskan, persoalan keamanan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, rasa aman masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga ketenteraman kota.

“Kami berharap aparat dan instansi terkait benar-benar serius menangani aksi begal yang meresahkan masyarakat. Jangan sampai warga terus dihantui rasa takut ketika beraktivitas, terutama pada malam hari,” ujar Kyai Sulton.

Ia menambahkan, MUI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengingatkan pemerintah agar keamanan masyarakat tetap terjaga.

“MUI akan terus istiqamah menjalankan amar makruf nahi munkar, termasuk memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah demi kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Dalam forum tersebut, MUI juga memaparkan hasil survei persepsi masyarakat terhadap kejahatan jalanan di Kota Probolinggo. Survei dipresentasikan oleh Dr Benny Prasetya dari Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI.

Benny menjelaskan, hasil survei menunjukkan tingkat kekhawatiran masyarakat terhadap aksi begal tergolong tinggi, khususnya saat melintas sendirian di jalan sepi pada malam hari.

“Mayoritas responden mengaku merasa waswas ketika berkendara sendiri di malam hari. Ini menunjukkan persoalan keamanan jalanan perlu perhatian bersama,” ujar Benny.

Menurutnya, tingkat persepsi keamanan masyarakat Kota Probolinggo berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan nilai rata-rata 3,57 dari skala 5. Meski demikian, kondisi itu dinilai tetap membutuhkan langkah konkret dari pemerintah dan aparat keamanan.

“Artinya masyarakat masih merasa cukup aman, tetapi ancaman kejahatan jalanan tetap ada dan harus dicegah bersama,” imbuhnya.

MUI juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan. Di antaranya peningkatan penerangan jalan umum, patroli rutin malam hari, pengawasan di titik rawan kriminalitas, hingga edukasi kewaspadaan lingkungan kepada masyarakat.

“Kami berharap ada patroli rutin dan pengawasan lebih intensif di daerah rawan. Penerangan jalan juga penting agar masyarakat merasa aman,” kata Benny.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminudin yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo mengapresiasi peran MUI dalam menjaga kondusivitas daerah.

“MUI selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial, toleransi, dan ketenteraman masyarakat,” ujar Rey saat membacakan sambutan wali kota.

Forum dialog yang dipandu Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo KH Ahmad Hudri itu juga menjadi ruang komunikasi antara ulama dan pemerintah dalam mencari solusi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, MUI berharap sinergi antara ulama, umara, aparat keamanan, dan masyarakat semakin kuat demi menciptakan Kota Probolinggo yang aman, religius, dan harmonis. (*)

Editor : M Fakhrurrozi

×
Berita Terbaru Update