BONDOWOSO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mencatat lebih dari 50 bencana terjadi sejak awal tahun 2026. Bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi, di antaranya angin kencang, puting beliung, banjir, dan longsor yang menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Untuk angin kencang, kejadian hampir merata di seluruh kecamatan, di antaranya Binakal, Jambesari, Tamanan, Wonosari, dan Sukosari. Sementara untuk banjir, kerawanan terjadi di bantaran Sungai Sampean. Sedangkan longsor terjadi di jalur Ijen, Arak-Arak, Wringin, Pakem, dan Binakal.
Akibat bencana hidrometeorologi tersebut, saat ini BPBD fokus pada penanganan kerusakan infrastruktur jembatan yang rusak akibat diterjang arus sungai. Kerusakan tersebut di antaranya Jembatan Sentong Nangkaan, Jembatan Desa Leprak–Wonoboyo, tiga jembatan di Kecamatan Prajekan–Botolinggo, serta di jalan utama Bondowoso–Jember di Kecamatan Grujugan.
Salah satunya berada di Desa Sumber Pandan. Jembatan di jalur utama menuju Jember tersebut masih belum mendapatkan penanganan, meskipun kondisi bagian bawahnya sudah rusak akibat tergerus air. Jembatan ini dilalui kendaraan dari arah Jember dan sebaliknya. BPBD telah memasang garis pengaman sebagai batas aman. Namun, untuk perbaikan masih akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
RIZQI
SETIAWAN JTV
.png)